Air dan kehidupan memang gak bisa dipisahkan. Bahkan, kita sering mengasosiasikan, jika terdapat air di suatu tempat, maka ada kehidupan di sana. Namun tetap saja, perkembangan dan gaya hidup modern membuat kita terlalu kejam terhadap eksistensi air. Terutama air tawar. Di beberapa belahan dunia, air bisa menjadi bak sebuah ‘emas cair’. Lalu adakah cara gampang untuk mengatasi masalah ini?
Distilasi
Peluang paling besar terdapat pada air laut. Yap. Perbandingan komposisi air laut dengan air tawar di muka bumi ini adalah 97 : 3. Sedangkan dari 3% total jumlah air tawar, hanya 13% yang berada dipermukaan. So, perlu ada teknologi mengkonversi air laut menjadi air tawar. Teknologi itu disebut distilasi. Menurut abang wikipedia, "Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu"
Dijemur aja!
Mengingat mahal dan kompleksnya teknologi distilasi, teknik dari Afrika yang satu ini boleh dicoba. Masyarakat di Kenya menggunakan botol bekas yang diisi air biasa dan dijemur agar kumannya hilang. What? That simple? Ya. Awalnya saya mikir gitu. Berdasarkan info dari NatGeo, botol-botol itu diletakkan di atas lempengan logam, dan dijemur selama 6 jam. Teknologi ini bernama SODIS (Swiss-pioneered water-disinfection). Suatu sekolah bahkan cukup berani menerapkan teknologi ini. Hasilnya? Sebelum menggunakan SODIS, cuma sekitar 15% siswanya yang lulus. Tetapi setelah itu, angka kelulusan meningkat hingga 95%!
Tapi
Meskipun terlihat begitu sederhana, teknologi ini tetap membutuhkan syarat-syarat agar prosesnya berjalan lancar.
1. Botol yang digunakan harus botol plastik PET, dan bukan berbahan kaca.
2. Selama dijemur, botol tidak boleh diganggu. (halah)
3. Setelah dijemur, air hasil produksinya harus segera disimpan agar tidak mudah terkena kuman lagi.
Epilog
Jadi, mulai sekarang, kalo kalian haus, cukup ambil botol plastik, buang labelnya, ambil air di empang dan langsung jemur. :p
Sumber : NatGeo












19 komentar:
artikel yg informatif banget. tks ya
makasi mbak..
tumben komen..
kunjungan balasan segera meluncur... :)
salam sobat
wah masih takut ah minum air empangnya,,kalau ngga bersih dari kuman,,walau dengan botol plastik yang dijemur diatas lempeng baja gitu mas,,,
haha.. isi epilog di atas itu emang ngaco kok.. :D
wah info menarik hehe, jadi nambah pengetahuan nih makasih :D
tapi jangan air empang lah hahah
halahh... hampir lupa aku jalan ke sini lewat mana :p
hmmm... jadi kalo kita juga mau bebas kuman mending berjemur juga kali ya???
wah ..waahh ..
nice info teman ...
oh gitu yaa, wah wah penjualan air mineral bisa bisa menurun akibat postingan ini mond..haha
@ ocky : thx ya.
@ zujoe : ya. ntar kamu pingsan, pasti dikasi aer minum sama orang-orang.
@ benz : hehe. makasi.
@ iq : jangan laporin saya ya. :p
keren banget euy!
haha..tp msh kurang meyakinkan nih..
percaya ae wis .. hehehehe ....
kreatif,.,.,.,.
thx 4 the comments guys..
asek asek.. bisa hemat
halah.. caca.. :p
hemat..bin irit...
keep spirit keep blogging..... :)
Poskan Komentar