Waw! Kalo aja blog itu makanan, pasti blog ini sudah basi. Saya sendiri sampai lupa kapan terakhir kali ngepost di sini. Entah siapa yang membekukan saya lagi dari blog tersayang ini. Padahal udah gaya aja postingan sebelumnya dikasi judul "Just Melted From The Ice Block". Eh, taunya masuk blok es lagi. Okay, karena keringnya ide buat posting, pada kesempatan kali ini, saya mau bahas tentang pengalaman saya naik kereta api. "Ayo. kawanku lekas naik! Keretaku tak berenti lamaaa.."
Apa Itu Kereta Api
Kereta api bukanlah sejenis alat transportasi yang mengerikan. Pastikan ini berbeda dibandingkan "bus api", "mobil api", atau "pesawat api". Kereta api hanya alat transportasi mirip ular, dan sama sekali gak mirip gajar, kuda, atau ikan. And trust me, you won't burnt in it. By the way, saya sendiri berasal dari daerah yang gak ada kereta apinya. Untungnya, semenjak kuliah di Surabaya, saya jadi bisa melampiaskan nafsu menderu-deru untuk naik kereta api.
Malam Pertama di Kereta Api
Oke, apa sub judul ini terdengar sedikit vulgar? Well, pengalaman pertama saya naik kereta api, justru perjalanan malam jarak jauh Surabaya - Jakarta. Kereta yang beruntung untuk saya naiki saat itu adalah KA Gumarang kelas bisnis. Bagi orang yang baru pertama kali naik kereta, tentu itu pengalaman bikin deg-degan. Apalagi saya gak tau Stasiun Pasar Turi waktu itu dimana. Yap. Stasiun KA yang saya hapal lokasinya di Surabaya ini adalah cuma Stasiun Gubeng. Alhasil saya mesti bersemedi bersama Google Maps sebelum jalanan Surabaya menuntun saya kepada ketersesatan. Singkat cerita saya berhasil, beli tiket, dan take-off!
Surabaya - Jakarta Itu Jauh
Perjalanannya membuang waktu 12 jam atau setara dengan setengah hari. Berangkat sore, tiba pagi. Enaknya naik kereta, kita bisa menghemat pengeluaran untuk menginap di hotel. Tapi, kalo naik kelas bisnis, jangan harap rasanya bakal kayak nginep di hotel. Sepanjang malam, dari Lamongan-Bojonegoro-Cepu-Semarang-Pekalongan-Cirebon, kita selalu dihibur oleh pedagang asongan yang ikut naik ke gerbong. Mirip kelas Ekonomi. Seru sih! Kalo laper dan haus, bisa langsung beli!
Jakarta?
Waktu naik ni kereta, saya pertama kali dateng ke ibukota Indonesia ini. Saya sama sekali blank soal stasiun mana yang bakal disinggahi kereta ini. Saya cuma familiar sama Stasiun Gambir. Menurut saya, pasti ni kereta mampir lah di Gambir. Tapi apa mau dikata.Penumpang Sebelah : "Mas mau turun dimana ntar?"
Dan saya langsung ngubek Google Maps lagi. Mikir gimana cara gampang ke Gambir dari Senen.
Saya : (dengan PD) "Di Gambir mas"
Penunpang Sebelah : " Lho? Ini kereta gak berhenti di Gambir mas. Tapi si Stasiun Senen"
Saya : (cuma bisa bengong)
Epilog
Moral of the story : Jika ingin berpergian ke tempat yang baru, harap pelajari medannya terlebih dahulu. Termasuk alat transportasinya. Pastikan kereta, pesawat, atau bus yang anda tumpangi sesuai dengan tujuan. So, pengalaman naik kereta kalian gimana?
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)












.jpg)
10 komentar:
kalo saya rada males naek kereta sob
hehehe
untung di bali blum ada kereta, wwkwkwkwk
Coretan Felix : haha.. enak kok naik kereta..
Devlin : yaaa.. kalo ada ntar kamu rusakin?
nice share mon..
oya, ceritain dong pengalaman naik kereta ekonomi dari sby - jkt..
hehe
haha.. iya ca.. tunggu postingan selanjutnya..
naik kereta api itu SERU, sy sdh srg hilir mudik Jogja - Jkt, min 1 mnggu skali, bawaannya santai bs nikmati pemandangan, bs dpt tmn2 baru, aplagi kl pas disebelahnya ada cew cakep, kan bs kenalan tuh, hahaha...mudik ni aja sy sdh pesen tiket naek kreta api u k Jkt nya, hohoho..
nice sharing kawan, dtunggu jg artikel slnjtnya :)
yup. terima kasih. :)
hehehe,,,,, mudik tar naek kereta lagi sob,,biar dapet pengalaman baru lagi,, ^^
mon ada proyek kereta jkt sby hanya 3 jam! cekidot mon!
saya pernah naik kereta, smg - sby...
6 jam kurang lebih perjalanannya...
buat saya itu lama karena jarang perjalanan selama itu..
tapi waktu itu demi calon pacar yang di SBY, jauh2 ttp terasa deket dehh...
jadi istri no sekarang...
Poskan Komentar